▴Selamat Datang▴ - Camat Gebang Hadiri Sidang Paripurna Hari Jadi ke-78 DPRD Kabupaten Purworejo
- Apel Pagi Kecamatan Gebang Diwarnai Pamit Purna Tugas Sekretaris Kelurahan Lugosobo
- Camat Gebang Hadiri Sosialisasi Kesehatan, Ketertiban, dan Literasi di SMP Negeri 22 Purworejo
- Kasi Pemberdayaan Masyarakat Kecamatan Gebang Hadiri Rembug Stunting di Desa Tlogosono
- Kasi Trantibum Kecamatan Gebang Hadiri Rapat Renkon Bencana Gempa Bumi Kabupaten Purworejo Tahun 2026
- Camat Gebang Ikuti Studi Komparasi Pengelolaan Pajak Daerah ke Kabupaten Malang dan Kota Batu
- Kecamatan Gebang Gelar Upacara Peringatan Hari Santri Nasional Tahun 2026
- Kecamatan Gebang Hadiri Pertemuan Selapanan KTNA di Desa Tlogosono
- Tim Kecamatan Gebang Laksanakan Monitoring Dana Desa di Desa Redin
- Sekretaris Kecamatan dan Kasi Trantibum Hadiri Pembukaan MTQ Pelajar dan Mahasiswa XXXIX Kabupaten Purworejo Tahun 2026
KESETARAAN GENDER PADA USAHA TANI PADI SAWAH DI KELURAHAN LUGOSOBO
Fenomena Kegiatan Penyiangan Padi Sawah dilakukan oleh Perempuan di Kelurahan Lugosobo

Keterangan Gambar : Fenomena Kegiatan Penyiangan Padi Sawah oleh Perempuan
Walau pembagian kerja dalam kegiatan usahatani untuk padi sawah masih didominasi oleh laki-laki, namun tidak menutup kemungkinan hal tersebut juga bisa dilakukan oleh perempuan. Peranan perempuan dalam padi sawah pada tahapan kegiatan penanaman, penyiangan, dan penyulaman memiliki peranan yang sama karena ketiga tahapan kegiatan tersebut masih tergolong kegiatan ringan. Fenomena ini dapat terlihat pada penggarapan lahan hamparan sawah di Kelurahan Lugosobo.
Perempuan dalam rumah tangga sering sekali berperan ganda, selain melakukan pekerjaan rumah tangga, mengurus dan membimbing anak, mengurus suami, juga sebagai pencari nafkah pokok atau tambahan untuk kebutuhan rumah tangga keluarga. Peranan ganda tersebut ternyata juga berlaku terhadap rumah tangga pada pelaksanaan usaha tani padi sawah.
Fenomena perempuan bekerja ini menjadi hal yang menarik untuk dikaji. Keterlibatan perempuan bekerja sebagian besar disebabkan karena tuntutan ekonomi seperti status ekonomi rumah tangga petani dan luas lahan yang digarap oleh rumah tangga petani sehingga menyebabkan penghasilan rumah tangga petani yang tidak sesuai dengan kebutuhan sehari-hari. Kondisi perekonomian keluarga yang lemah dan serba kekurangan memaksa perempuan ikut bekerja membantu suaminya dalam rangka mendapatkan penghasilan...yt



